02 / EKONOMI DESA
Karya yang dekat.
Percakapan yang terbuka.
Kopi, kriya, dan kebutuhan harian menjadi konteks untuk mengenali ekonomi desa. Usaha yang ditampilkan tidak otomatis menjadi unit koperasi.
01 / PENGOLAHAN KOPI
Melihat proses,
bukan hanya produk.
Artikel Dinas Pariwisata tentang Kopi Tanah Puyang memperkenalkan usaha pengolahan kopi di pusat Kota Lahat. Ceritanya memuat ragam produk dan penggunaan peralatan pengolahan. Profil tersebut diterbitkan 20 Desember 2024; informasi operasional hari ini perlu ditanyakan kembali.
Dinas Pariwisata Kabupaten Lahat (tab baru)Catat asal bahan, bentuk produk, konsistensi mutu, kapasitas yang sanggup dipenuhi, dan jadwal pengiriman sebelum membicarakan kerja sama. Jangan menganggap profil di internet sebagai kontrak atau persetujuan kemitraan.
02 / GUMAY ULU
Cerita dari
Lubuk Selo.
Profil Kopi Bu Asih yang dimuat 15 April 2026 menempatkan usaha ini di Desa Lubuk Selo, Kecamatan Gumay Ulu. Publikasi membahas kegiatan produksi di rumah serta peralatan seperti penyangrai, penggiling, dan pengering.
Dinas Pariwisata Kabupaten Lahat (tab baru)Harga, ketersediaan stok, dan kondisi sertifikasi tidak ditampilkan sebagai informasi terkini. Konfirmasi langsung lebih tepat untuk kebutuhan transaksi.
03 / KAIN JUMPUTAN
Identitas Lahat,
di dalam sehelai kain.
Publikasi Dinas Pariwisata pada 30 Mei 2026 menampilkan jumputan dari usaha di Desa Merapi, Kecamatan Merapi Barat. Motifnya mengambil unsur seperti biji dan daun kopi, Sungai Lematang, serta Bukit Serelo.
Pola ikat dan celup menjadi bagian dari proses yang diperkenalkan sumber. Untuk pembicaraan produksi, tanyakan contoh motif, bahan, waktu pengerjaan, ketentuan pesanan, dan persetujuan penggunaan dokumentasi.
Dinas Pariwisata Kabupaten Lahat (tab baru)